Dizzying Literature

Apakah itu… Sastra ?

Sastra adalah karya-karya yang ditulis (written works). Dalam ruang yang nyata, jelas dan berwujud, Sastra adalah suatu bentuk tulisan yang mengandung makna dan/atau memancarkan keindahan (keindahan yang, tentunya, adalah subyektif). Berbagai bentuk tulisan yang dapat dipandang sebagai karya-karya Sastra adalah seperti…

Tulisan-tulisan fiksi

Cerita-cerita pendek (alias cerpen)

Kata-kata dalam lagu

Naskah suatu pementasan panggung

Puisi

Slogan-slogan iklan

Tulisan jurnalistik

Esei (essay)

***

Untukku, Sastra seringkali menjadi sesuatu yang terlihat rumit. Sastra seringkali terlihat sulit untuk dibawa ke ruang hidupku sehari-hari, dimana ruang hidupku ini dirajai oleh benda-benda bisu buatan tangan manusia seperti kulkas, meja, bangku, lampu, kabel komputer, dan perabotan-perabotan lainnya. Ada pula ”benda-benda” buatan Bunda Alam, seperti pepohonan, rerumputan, batu-batu kerikil, dll, dll. Suatu kerumitan muncul saat aku bertemu Sastra karena, sederhananya, lebih banyak permukaan tanpa kata-kata melingkupi keseharianku daripada buku-buku, naskah, karya-karya tulisan yang adalah Sastra…

Perasaanku dalam menghadapi kerumitan pribadi Sastra ada dua : perasaan kekesalan, dan perasaan tertantang. Perasaan kekesalan bersarang di dalam diriku beberapa tahun silam, saat tengah menjalani proses pembelajaran khusus untuk matpel sekolah Sastra Inggris. Matpel itu adalah Sastra pada tingkat khusus.

Saat itu, di tengah proses pembelajaranku, aku tengah mencari sesuatu dalam hidupku, dan aku merasakan  sesuatu di dalam Sastra yang sanggup mempertemukanku dengan benda-benda pencarianku. Yang seringkali bergema dalam benakku adalah bahwa Sastra mengandung pengertian dan makna dan keindahan. Dan saat itu aku membutuhkan pengertian dan makna dan keindahan dalam hidupku untuk mengairi suatu kekeringan. Yang kutemukan di dalam Sastra, yang digiring oleh  pembimbingku masuk ke dalam ruang kelas dan ruang imajinasi murid-muridnya, adalah : dibalik keberadaan Sastra, memang terdapat pengertian dan makna dan keindahan. Namun, tiga hal tersebut tidak jarang dibungkus dalam bentuk penguraian kata-kata rumit dan jargon-jargon asing. Karena itulah kekesalanku muncul. (Kenapa terasa  sangat sulit memenuhi keinginanku ?!… Padahal keinginanku simple-simple aja… Don’t make mountains out of molehills… )

Perasaan kedua adalah perasaan tertantang. Disela-sela kekesalanku, aku bertekad menyelesaikan mata pelajaran ini, walaupun sebenarnya pilihan mundur itu ada (karena matpel ini bukan bagian dari matpel wajib yang harus dijalani sebagai syarat kelulusan). Kenapa aku tertantang ? Ya, karena aku memiliki harapan kepadanya – bahwa ia dapat menuntunku lebih dalam ke wilayah pengertian, makna dan keindahan. Toh, hidup [yang bahagia] adalah suatu perjuangan, bukan begitu ? Ya, mungkin saja.

Aku sempat mengutuki tulisan-tulisan Sastra yang rumit, membingungkan dan menyebalkan tersebut, karena aku merasa harus mengerahkan tenaga banyak hanya untuk menemukan jawaban atas kebutuhan-kebutuhanku yang sederhana (or needs which I thought are simple ) ! Grr…  

Perasaan kesal sering muncul sepanjang proses pembelajaranku dalam kesusastraan Inggris, dan konsentrasiku untuk belajar terkadang juga terganggu. Kekesalanku terkadang juga terasa mendapat dukungan dari teman-teman satu kelas seperjuangan yang mengeluh kesulitan mengerti makna dalam buku-buku fiksi Sastra.

Walaupun tidak mudah memahami suatu karya Sastra, sampai sekarang aku masih menyempatkan waktu dan perhatianku untuknya. Ia telah menjadi seperti seorang teman yang selama ini konsisten menyimpan banyak harta pengertian, arti, keindahan, pencerahan, kebijakan, cinta, kasih, dan masih banyak lagi. Mungkin, saat ini, bukan Sastra yang harus menyederhanakan dirinya, tapi aku yang harus mencoba untuk mengertinya.  Sudah sepantasnya…

Tinggalkan komentar

Filed under Literature + Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s